SEJARAH GKII JEMAAT LONG LOREH

PENDAHULUAN

Jemaat Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Long Loreh adalah sebuah jemaat Protestan yang berada di daerah persiapan Sungai Malinau. Sejarah jemaat ini dapat ditelusuri hingga masa awal perpindahan masyarakat Desa Long Loreh dari Long Lat, Kampung Lama di Hulu Sungai Bahau, sekitar tahun 1972. Sebagai bagian dari

komunitas di daerah Sungai Malinau, GKII Long Loreh memiliki sejarah yang kaya dan dapat menjadi bahan pembelajaran bagi jemaat saat ini.
Berdasarkan hasil pencarian fakta sejarah dari beberapa tokoh masyarakat dan tokoh gereja GKII Long Loreh, penentuan tanggal dan bulan lahirnya jemaat dapat dikaitkan dengan awal kedatangan masyarakat ke Desa Long Loreh, yang terjadi pada musim membuat ladang sekitar bulan Juli setiap tahunnya. Namun, tidak ada dasar kuat untuk menetapkan bulan tersebut sebagai hari jadi resmi GKII Long Loreh karena kurangnya bukti sejarah tertulis.
Dengan demikian, pertanyaan mengenai kapan tepatnya hari ulang tahun Jemaat GKII Long Loreh masih terbuka. Tulisan ini bertujuan untuk memberikan penjelasan, klarifikasi, serta tawaran mengenai tanggal yang dapat dipertimbangkan untuk perayaan ulang tahun jemaat. Beberapa opsi yang memiliki dasar historis akan disajikan agar dapat dipertimbangkan oleh Badan Pengurus Jemaat GKII Long Loreh.
________________________________________

INDIKATOR PENENTUAN HARI LAHIR GEREJA

Dalam disiplin ilmu sejarah gereja, terdapat beberapa peristiwa penting yang dapat dijadikan acuan dalam menentukan hari lahir suatu jemaat atau gereja secara sinodal. Beberapa gereja menetapkan hari kebaktian pertama sebagai ulang tahun jemaat, sementara yang lain menggunakan tanggal pembaptisan pertama sebagai acuan. Setiap gereja memiliki pendasaran masing-masing dalam memilih tanggal ulang tahun yang dianggap paling sesuai.

Menurut Ivan R. B. Kauanang dalam makalahnya Menulis Sejarah Jemaat/Gereja, terdapat empat peristiwa penting yang dapat dijadikan acuan dalam menentukan hari lahir gereja:
1. Kapan Injil pertama kali diberitakan,
2. Kapan berlangsungnya pembaptisan pertama,
3. Kapan berlangsungnya kebaktian pertama, dan
4. Kapan Badan Pengurus jemaat pertama kali terbentuk.

Sementara itu, Yusak Soleiman dalam tulisannya The Availability of Archives for Church History in Indonesia menyebutkan tiga indikator utama:
1. Kapan pembaptisan pertama kali terjadi,
2. Kapan kebaktian pertama berlangsung, dan
3. Kapan suatu gereja melembaga secara resmi.

Dari kedua pandangan ini, setidaknya terdapat lima indikator penting dalam menentukan hari lahir suatu gereja, yaitu:
1. Kapan Injil pertama kali diberitakan,
2. Kapan kebaktian pertama berlangsung,
3. Kapan baptisan pertama terjadi,
4. Kapan Badan Pengurus jemaat pertama terbentuk, dan
5. Kapan jemaat melembaga secara resmi.

Berdasarkan indikator tersebut, kita akan mencoba menentukan hari ulang tahun Jemaat GKII Long Loreh.
________________________________________

PEKABARAN INJIL DI LONG LOREH

Jika penentuan ulang tahun GKII Long Loreh didasarkan pada kapan Injil pertama kali diberitakan, maka hari lahir jemaat ini seharusnya jatuh sebelum tahun 1972. Pasalnya, Injil sudah diberitakan oleh para misionaris di Sungai Bahau, termasuk Long Lat, jauh sebelum tahun 1972.

Penatua Gereja Long Loreh, Bapak Ging Lian (80 tahun), menyampaikan:
"Sebelum masyarakat Desa Long Lat pindah ke Long Loreh pada tahun 1972, kami sudah percaya kepada Tuhan Yesus dan telah melakukan kebaktian di gereja serta di rumah-rumah."

Hal serupa juga dikonfirmasi oleh Alm. Bapak Apui Aran:
"Saat kami masih di Kampung Long Lat, kami sudah beribadah di rumah panjang bersama jemaat lain setiap hari Minggu. Setelah pindah ke Long Loreh, persekutuan pertama kali dipimpin oleh Bapak Lenggang Anye dengan kondisi seadanya sebelum ada gembala jemaat."

Berdasarkan kesaksian ini, dapat disimpulkan bahwa pekabaran Injil di Long Loreh sudah berlangsung jauh sebelum tahun 1972. Jika Badan Pengurus Jemaat GKII Long Loreh ingin menetapkan ulang tahun jemaat berdasarkan kapan Injil pertama kali diberitakan, maka studi yang lebih mendalam perlu dilakukan untuk menentukan tanggal yang lebih akurat.
________________________________________

KEBAKTIAN PERTAMA DI LONG LOREH

Karena kekristenan sudah ada di Long Lat sebelum perpindahan ke Long Loreh, maka dapat dipastikan bahwa kebaktian juga telah berlangsung sebelum tahun 1972. Namun, jika ingin menetapkan ulang tahun jemaat berdasarkan kebaktian pertama di Desa Long Loreh, maka perlu ada kepastian mengenai tanggal, bulan, dan tahun pastinya, yang hingga saat ini masih belum jelas.
________________________________________

BAPTISAN PERTAMA DI LONG LOREH

Dalam tradisi Gereja Kemah Injil Indonesia, baptisan jemaat menjadi salah satu indikator penting dalam sejarah gereja. Sayangnya, informasi mengenai pelayanan baptisan pertama di Jemaat GKII Long Loreh sulit ditemukan dan belum ada catatan yang jelas mengenai waktu pastinya.

_______________________________________

TERBENTUKNYA MAJELIS JEMAAT

Tidak diketahui dengan pasti tahun berapa Badan Pengurus Jemaat GKII Long Loreh terbentuk. Namun, berdasarkan wawancara dengan beberapa tokoh gereja dan masyarakat, sudah ada penatua jemaat sejak awal perpindahan dari Long Lat ke Long Loreh.

Bapak Lawai Paulus Irang menyampaikan:
"Yang biasa memimpin ibadah saat itu adalah Bapak Lenggang Anye, sementara pengurus gereja waktu itu adalah Bapak Apui Jalung. Mereka menjadi Badan Pengurus Jemaat sebelum ada gembala tetap."
Sementara itu, Bapak Jalung Ngerung menambahkan:
"Sekitar tahun 1973, tempat ibadah kami adalah gedung sekolah di Sengayan. Pada tahun 1975, gembala jemaat mulai datang ke Long Loreh."

Beberapa gembala jemaat yang pernah melayani di GKII Long Loreh antara lain:
1.  Pdt. Daud Sakai,
2.  Pdt. Yating Tui,
3.  Pdt. Barto Tadem,
4.  Pdt. Hendrik,
5.  Pdt. Lukas,
6.  Pdt. Simson Singa,
7.  Pdt. Hendrik Sia',
8.  Pdt. Matias Tadem,
9.  Ev. Murhan Yusuf,
10. Ev. Orches Foret,
11. Pdt. Louren Tui,
12. Pdt. Mika Sakai,
13. Pdt. Agustinus Buing,
14. Pdt. Wesly Lufung,
15. Pdt. Andarias Lawing
16. Pdt. GK. Gohen Tangaran,
17. Pdt. Yohanes Djuk
________________________________________

JEMAAT MELEMBAGA

Acuan terakhir yang dapat digunakan adalah kapan jemaat melembaga secara resmi. GKII Long Loreh melembaga secara otomatis ketika GKII secara keseluruhan melembaga pada tahun 1970-an sebagai bagian dari persekutuan gereja-gereja di Indonesia.

Dengan berbagai informasi ini, Badan Pengurus Jemaat GKII Long Loreh dapat mempertimbangkan opsi yang paling sesuai untuk menetapkan hari ulang tahun jemaat mereka. Diharapkan tulisan ini dapat menjadi bahan diskusi lebih lanjut dalam menentukan hari peringatan yang memiliki dasar historis yang kuat.
Selain itu, penting untuk terus mendokumentasikan sejarah jemaat ini agar generasi mendatang dapat memahami akar sejarah dan pertumbuhan jemaat GKII Long Loreh sebagai bagian dari perjalanan iman dan komunitas Kristen di daerah Sungai Malinau.


Apui

Blog ini berisikan artikel-artikel pendek dan tulisan tentang berbagai masalah lingkungan, sosial, budaya maupun politik.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama